15 Mei 2012

Club 27 :Anggota Dan Misteri Dibaliknya


Club 27,mungkin beberapa orang sudah pernah denger atau mungkin malah pernah baca (yaiyalah di Wikipedia kan ada).Klub ini sudah berulang kali dikutip dalam majalah musik,jurnal dan pers harian.tapi untuk beberapa orang yang belum tau bisa berpikir Club 27 adalah suatu klub dugem,hahaha.sebenarnya bukan, Club 27 yang juga dikenal dengan nama "Klub Abadi 27" atau "Kutukan Klub 27" adalah sebuah klub kematian yang anggotanya merupakan musisi atau seseorang yang terkenal.dinamai Club 27 karena anggotanya meninggal pada saat ber-umur 27 tahun. British Medical Journal menerbitkan hasil penelitian pada bulan Desember 2011 dan menyimpulkan bahwa meninggalnya para anggota itu adalah suatu kebetulan atau kesengajaan.memang resiko kematian akibat gaya hidup mereka meningkat (akibat rokok,alkohol,free-sex dan drugs),tetapi kematian mereka tidak terbatas pada usia 27 dengan kata lain rokok,alkohol,free-sex dan drugs belum tentu membuat mereka mati di usia 27 (mungkin aja lebih cepet).beberapa pameran telah mengabdikan ke Club 27 ini ke dalam produk merchandise terdistribusi, novel, film dan di panggung hiburan untuk menangkap topik ini.Ada banyak teori dan spekulasi tentang penyebab kematian dini tersebut dan kemungkinan hubungan antara anggota mereka.



Anggota Club 27

>Kurt Cobain


Kurt Cobain (nama asli Kurt Donald Cobain) lahir di Seattle pada tanggal 20 Februari 1967 adalah penyanyi,songwriter dan gitaris dari band grunge Nirvana. Dengan sukses band ini, Cobain menjadi selebriti nasional dan internasional, suatu posisi yang disandangnya dengan berat hati.


Pada 1991, melejitnya lagu Cobain yang paling terkenal,Smells Like Teen Spirits menandai bermulanya perubahan besar dalam musik pop dari jenis musik yang populer pada tahun 1980-an seperti glam metal, arena rock, dan dance-pop, yang beralih kepada grunge dan rock -alternative.Cobain juga menulis lagu lagu lainya dan biasanya menjadi hits di dalam album-album Nirvana seperti misalnya About A Girl,Come As You Are,In Bloom, Lithium,Heart Shaped-Box, All Apologies, dan Rape Me.


Kurt Cobain & Courtney Love


Cobain menikah 24 Februari 1992 dengan Courtney Love (Yang merupakan seseorang yang di benci Dave Grohl,ex-drummer Nirvana dan sekarang bergabung ke dalam band Foo Fighter) yang pernikahanya dilangsungkan di Wakakiki,Hawai.Dan pada tanggal 18 Agustus di tahun yang sama pula Cobain resmi menjadi ayah dari seorang putri bernama Frances Bean Cobain yang dilahirkan dari rahim Courtney Love.

Pada 1 Maret 1994, setelah Nirvana mengadakan konser di Muenchen,Jerman. Cobain divonis dan didiagnosis Bronkitis dan Laryngiths parah.Kemudian Ia diterbangkan ke Roma hari berikutnya untuk menjalani pengobatan di sana dan Courtney Love menyusul ke sana pada tanggal 3 Maret.

Pagi berikutnya, Love bangun dan menemukan Cobain sudah overdossis dengan beberapa dari Champ dan Rohypno. Ia dilarikan ke rumah sakit dan setelah lima hari di sana diperbolehkan pulang. Karena masalah drugs ini, Cobain dimasukkan ke panti rehabilitasi pada tanggal 30 Maret. Pada malam 1 Maret, Cobain keluar untuk merokok dan kemudian kabur dari panti tersebut dengan memanjat pagar. Ia kemudian pergi ke Seattle dan menghilang.
Pada tanggal 3 April, Love menghubungi seorang private investigator, Tom Grant, dan menyewanya untuk menemukan Cobain. Pada tanggal 8 April 1994, jenazah Cobain ditemukan di sebuah ruangan di atas garasi rumahnya di Lake Washington oleh pegawai Veca Electric bernama Gary Smith. Otopsi kemudian memperkirakan Cobain tewas pada  5 April 1994.
Sebuah surat bunuh diri ditemukan di saku jaketnya. Dalam suratnya itu Ia menulis;

"Karena ditulis oleh seorang tolol kelas berat yang jelas-jelas lebih pantas menjadi seorang pengeluh yang lemah dan kekanak-kanakan. Surat ini seharusnya mudah dimengerti. Semua peringatan dari pelajaran-pelajaran punk rock selama bertahun-tahun. Setelah perkenalan pertamaku dengan, mungkin bisa dibilang, nilai-nilai yang terikat dengan kebebasan dan keberadaan komunitas kita ternyata terbukti sangat tepat. Sudah terlalu lama aku tidak lagi merasakan kesenangan dalam mendengarkan dan juga menciptakan lagu sama halnya seperti ketika aku membaca dan menulis. Tak bisa dilukiskan lagi betapa merasa bersalahnya aku atas hal-hal tersebut. Contohnya, sewaktu kita bersiap berada di belakang panggung dan lampu-lampu mulai dipadamkan dan penonton mulai berteriak histeris, hal itu tidak mempengaruhiku, layaknya Freddie Mercury, yang tampaknya menyukai, menikmati cinta dan pemujaan penonton. Sesuatu yang membuatku benar-benar kagum dan iri. Masalahnya, aku tak bisa membohongi kalian. semuanya saja. Itu tidak adil bagiku ataupun kalian. Kejahatan terbesar yang pernah kulakukan adalah menipu kalian dengan memalsukan kenyataan dan berpura-pura bahwa aku 100 persen menikmati saat-saat diatas panggung. Kadang aku merasa bahwa aku harus dipaksa untuk naik ke panggung. Dan aku sudah mencoba sekuat tenaga untuk menghargai paksaan itu, sungguh, Tuhan percayalah kalau aku sungguh-sungguh melakukan itu, tapi ternyata itu tidak cukup. Aku menerima kenyataan bahwa aku dan kami telah mempengaruhi dan menghibur banyak orang. Tapi, aku hanya seorang narsis yang hanya menghargai sesuatu jika sesuatu itu sudah tidak ada lagi. Aku terlalu peka. Aku butuh sedikit rasa untuk bisa merasakan kembali kesenangan yang kupunya ketika kecil. Dalam tiga tur terakhir kami, aku mempunyai penghargaan yang lebih baik terhadap orang-orang. Saking cintanya itu membuatku merasa sangat sedih. Aku adalah Jesus man, seorang pisces yang lemah, peka, tidak tahu terima kasih, dan sedih. Kenapa kamu nggak menikmatinya saja? Nggak tahu. Aku punya istri yang bagaikan dewi yang berkeringat ambisi dan empati dan seorang putri yang mengingatkanku akan diriku sendiri di masa lalu. Penuh cinta dan selalu gembira, mencium siapa saja yang dia ditemui karena menurutnya semua orang baik dan tidak akan menyakitinya. Itu membuatku ketakutan sampai-sampai aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku tidak bisa membayangkan Frances tumbuh menjadi rocker busuk yang suka menghancurkan diri sendiri dan menyedihkan seperti aku sekarang. Aku bisa menerimanya dengan baik, sangat baik, dan aku bersyukur, tapi aku telah mulai membenci semua orang sejak aku berumur tujuh tahun. Hanya karena mereka terlihat begitu mudah bergaul, dan berempati. Empati! kupikir itu disebabkan karena cinta dan perasaanku yang terlalu besar pada orang-orang. Dari dasar perut mualku yang serasa terbakar, aku ucapkan terima kasih atas surat dan perhatian kalian selama ini. Aku hanyalah seorang anak yang angin-anginan dan plin-plan! Sudah tidak ada semangat yang tersisa dalam diriku. Jadi ingatlah, lebih baik terbakar habis, daripada memudar".


 Dan Kata terakhir dari surat itu adalah "I Love you,I love you"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar