Sepertinya berharga sekali kalimat itu. Memang bukan sekedar omong kosong. Sahabat bisa lebih berarti daripada saudara kandung sendiri. Tapi sepertinya sudah lama aku tidak menggunakan itu untuk merujuk ke sesorang. Dan yang bisa ku lakukan hanyalah melihat sahabat lama dari social media. Beberapa orang mungkin berubah seiring perkembangan waktu. Sering sekali aku menyadari hal itu. Apalagi jika orang itu merupakan seseorang yang dekat denganku, seolah paham bahwa si A yang sekarang tidaklah sama dengan si A yang aku temui 1 tahun yang lalu. Yang dulunya low profile sekarang sombong, atau sebaliknya. Rasanya ingin sekali bisa muncul dihadapanya dan menegurnya. Tapi itu mustahil bisa melakukan hal seperti itu. Sebenarnya bisa saja ku tegur meski lewat pesan atau chat. Tapi mengingat lamanya aku tidak bersua dengan dirinya, sepertinya aneh jika tiba-tiba aku datang dan menegurnya begitu saja. Sebenarnya, sahabat yang baik adalah sahabat mau menegur dan mengoreksi. Karena tanpanya, aku mungkin tidak bisa mengoreksi diri. Lebih mudah untuk mengetahui kekurangan orang lain daripada kesalahan diri sendiri. Tapi di sisi lain, aku juga menyadari bahwa disana masih ada beberapa sahabat yang tidak berubah. Rasanya ingin sekali ku putar waktu dan menikmati waktu bertemu dengan mereka. Bertindak konyol, tertawa lepas, bermain bersamsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar